{"id":318,"date":"2018-02-23T19:48:59","date_gmt":"2018-02-23T12:48:59","guid":{"rendered":"http:\/\/jeanettegy.com\/?p=318"},"modified":"2018-02-23T19:48:59","modified_gmt":"2018-02-23T12:48:59","slug":"pentingnya-komunikasi-dengan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hijeanette.com\/?p=318","title":{"rendered":"Pentingnya Komunikasi Dalam Keluarga"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-593 size-full aligncenter\" src=\"http:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/P1040066.jpg\" alt=\"\" width=\"448\" height=\"252\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/jeanettegy.com\/review-sari-lemon-sheila-fresh\/\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">jeanettegy.com <\/span><\/a><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">&#8211; <strong><em>Family<\/em><\/strong> atau keluarga adalah tempat di mana kita di lahirkan dan bertumbuh di dalamnya. Keluarga juga tempat kita bernaung dalam suka maupun duka. Karena keluarga adalah tempat kita bernaung, maka <strong>harus adanya komunikasi yang terbangun dalam keluarga<\/strong>. Bagaimana kita bisa saling mengenal antara ayah &#8211; ibu, orang tua &#8211; anak tanpa adanya <strong>komunikasi?<\/strong> Jadi komunikasi itu sangat penting sekali dalam keluarga, tetapi yang sering sekali terjadi adalah sulitnya untuk berkomunikasi. Bahkan sebagian orang tua saat ini sangat sulit untuk berkomunikasi dengan anaknya yang mulai beranjak dewasa.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Pada hari <strong>Minggu, 18 Februari 2018<\/strong> kemarin. Kami sekeluarga pergi beribadah di <strong>CLCC Bandung<\/strong>. Pada hari itu tidak ada Kotbah, hanya <em>sharing<\/em> dari keluarga Gembala Kami, Pastor Andi beserta istri (K Nining) dan anaknya (Cha cha). Bagus banget sharingnya, benar &#8211; benar itu yang sedang dibutuhkan oleh keluarga saat ini. Saya sendiri pun sangat &#8216;tertampar&#8217; dan diingatkan untuk berubah secara pribadi. Saya akan <em>share<\/em> kembali apa yang sudah saya dapat dari <em>sharing<\/em> tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"text-decoration: underline\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Tidak Ada Rumput Tetangga Yang Lebih Hijau<\/span><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_322\" aria-describedby=\"caption-attachment-322\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-322 size-medium\" src=\"http:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/pexels-photo-409696-min-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-322\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Pic: Pexels.com<\/strong><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">&#8220;<em>No Perfect Family<\/em>, <em>No Best Way<\/em> Untuk Mendidik Anak, dan apa yang Kita tabur akan dituai&#8221; &#8211; Ko Andi Setiawan-<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Hari minggu kemarin Pastor Andi bilang, tidak ada keluarga yang sempurna. Setiap keluarga ada kekurangan dan kelebihannya. Maka tidak ada istilah &#8216;<strong>Rumput tetangga lebih hijau<\/strong>&#8216;. Dan juga tidak ada cara yang terbaik untuk mendidik anak, karena tidak ada metode yang tepat untuk itu. Setiap anak itu mempunyai karakter yang berbeda dan unik, jadi tidak bisa melakukan didikan yang sama untuk setiap anak. Maka dari itu kita harus dekati dan kenali masing &#8211; masing anak, agar tau metode apa yang akan dipakai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Dan apa yang kita tabur saat anak &#8211; anak masih kecil, akan kita tuai pada saat mereka besar nanti. Jadi mulailah untuk belajar mengerti dan memahami mereka tidak hanya menuntut ego kita saja. Mungkin pada prakteknya tidak mudah, tetapi jika kita mengandalkan Tuhan pasti semuanya dapat teratasi.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"text-decoration: underline\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Hal &#8211; hal Yang Membuat Anak Enggan Berkomunikasi<\/span><\/span><\/h3>\n<figure id=\"attachment_324\" aria-describedby=\"caption-attachment-324\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-324 size-medium\" src=\"http:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/father-2307205__340-min-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-324\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Pic:Unsplash.com<\/strong><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Kemarin kita mendengar Cha &#8211; cha (anak dari Ko Andi dan K Nining) mengutarakan harapan sebagai anak terhadap orang tua. Buat dia pribadi komunikasi dengan orang tuanya tidaklah masalah, tetapi pada saat berkomunikasi selalu ada masalah. Jadi dari sisi anak, hal &#8211; hal yang membuat mereka enggan untuk berkomunikasi dengan orang tua adalah :<\/span><\/p>\n<ul style=\"list-style-type: disc\">\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Ada rasa canggung, bingung, takut untuk bercerita. Karena tidak terbiasa dari kecil.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Kurang nyambung dan tidak merasa nyaman. Karena perbedaan sudut pandang (<span style=\"font-size: 10pt\">zaman dulu dengan zaman now<\/span>).<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Ada sesuatu hal yang penting menurut anak, tetapi menurut orang tua tidak penting. Misalnya, pada saat anak sudah membuat janji dengan temannya untuk pergi bersama, 2 minggu yang lalu. Tetapi sehari sebelum pergi, orang tuanya meminta untuk mengikuti acara keluarga dan minta untuk membatalkan pertemuan dengan temannya. Itu akan membuat anak kesal karena sudah janji pergi bersama temannya 2 minggu yang lalu, tapi sehari sebelumnya orang tua meminta untuk membatalkannya. Anak akan lebih senang untuk saling menghargai keputusan dan agenda mereka. Untuk masalah Hobi itu pun sangat penting untuk anak, karena hobi adalah tempat anak untuk mengasah kemampuan dan mengeksplorasi sesuatu yang baru.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Orang tua sering kali memaksakan kehendak. Pada saat anak ingin meminta pendapat, tetapi orang tua langsung menasehati dan mengarahkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Kita sebagai Orang tua sering kali tidak mengerti kondisi anak. Misalnya, pada saat anak cape pulang sekolah tetapi orang tua memaksa untuk mengobrol.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Terkadang orang tua tidak dapat di percaya. Misalnya, pada saat anak bercerita atau curhat , curhatan itu bisa bocor pada keluarga besar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span style=\"text-decoration: underline\">Harapan Anak Pada Orang Tua<\/span><\/h3>\n<figure id=\"attachment_328\" aria-describedby=\"caption-attachment-328\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-328 size-medium\" src=\"http:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/water-fight-children-water-play-51349-min-300x253.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"253\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-328\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Pic: Pexels.com<\/strong><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Bukan hanya orang tua yang mempunyai harapan terhadap anak, tetapi anakpun punya harapan terhadap orang tua. Ini adalah harapan anak pada orang tua, yaitu :<\/span><\/p>\n<ul style=\"list-style-type: square\">\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Jika ada masalah, anak berharap adanya komunikasi 2 arah, adanya diskusi, dan orang tua mau mendengar pendapat anak.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Anak berharap kita menjadi teman, dapat di bawa untuk bercanda, hang out bersama, dan dapat saling bercerita.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Orang tua bisa menyediakan waktu dan mengerti kondisi anak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_327\" aria-describedby=\"caption-attachment-327\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-327 size-medium\" src=\"http:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/reading-77167-min-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-327\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Pic: Pexels.com <\/strong><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Dengan harapan tersebut kita bisa mulai mengerti apa yang anak inginkan. Kita sebagai orang tua pasti ingin anak kita bisa selalu bercerita dan berkomunikasi sampai mereka besar nanti. Mari kita mencoba untuk mulai bercerita duluan, agar mereka terbiasa untuk bercerita juga pada kita dan bisa menjadi teman buat anak kita. Kita juga harus membedakan cara berkomunikasi saat mereka masih kecil dan mereka sudah dewasa nanti. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Pada umumnya saat mereka masih kecil, mereka lebih suka ditanya secara detail. Tetapi pada saat mereka sudah beranjak dewasa, mereka tidak suka ditanyai secara detail. Dan mereka senang jika diberikan kepercayaan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"text-decoration: underline\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Yang Harus Orang Tua Lakukan<\/span><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_330\" aria-describedby=\"caption-attachment-330\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-330 size-medium\" src=\"http:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/pexels-photo-236220-min-300x139.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"139\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-330\" class=\"wp-caption-text\">Pic: Pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Selanjutnya, reaksi atau pemikiran yang muncul dari kita sebagai orang tua sangat berpengaruh dengan apa yang harus kita lakukan. Maka orang tua harus belajar untuk turun ke dalam dunia anak. Sebagai orang tua, kita perlu belajar beberapa hal, yaitu :<\/span><\/p>\n<ul style=\"list-style-type: circle\">\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Belajar untuk mengerti.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Berusaha untuk mendekati.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Mencoba untuk memulai.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Memperlajari dunia anak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Singkatnya, kita sebagai orang tua sudah pernah berada di posisi anak, tetapi anak belum pernah berada di posisi orang tua. Jadi kita sebagai orang tua harus mengerti anak &#8211; anak, walaupun itu bukan sesuatu yang mudah. Dan orang tua harus belajar untuk menghargai anak sebagai &#8216;Pribadi&#8217;, maka ego kita orang tua harus di kalahkan. Jika orang tua mengalahkan ego, hasilnya akan ada komunikasi yang terjalin.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"text-decoration: underline\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Hal Yang Harus Diperhatikan Oleh Orang Tua<\/span><\/span><\/h3>\n<figure id=\"attachment_323\" aria-describedby=\"caption-attachment-323\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-323 size-medium\" src=\"http:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/pexels-photo-265702-min-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-323\" class=\"wp-caption-text\">Pic: Pexel.com<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Selain itu, ada beberapa hal yang harus orang tua perhatikan untuk kita bisa berkomunikasi dengan anak, yaitu :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Komunikasi harus dibangun\u00a0 secara personal. Karena setiap anak punya pendekatan yang berbeda. Untuk mengenali mereka, kita harus memberi sentuhan secara pribadi atau personal.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Diusahakan komunikasi dibangun sedini mungkin, tidak ada kata terlambat.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Dengan suasana yang nyaman, komunikasi dapat terbangun. Orang tua tidak mengurui dan menasehati, secara tidak sadar itu adalah agenda orang tua. Kita harus mengambil posisi sejajar (mendengar dahulu sebagai teman), dengan bahasa penerimaan (jangan banyak menuntut). Apapun yang di sampaikan anak kita terima sebagai informasi yang berguna, mendengar dengan aktif, dan hindari hukuman dan ancaman. <\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Komunikasi harus dibangun bersama, suami dan istri harus bangun komunikasi dengan anak. Tidak ada batasan <em>gender<\/em>, karena suami dan istri punya porsi yang berbeda. Misalnya, pada saat anak perempuan kita ingin mengalami &#8216;<em>Haid<\/em>&#8216;. Bukan hanya istri saja yang menjelaskan tentang &#8216;<em>Haid<\/em>&#8216; tetapi suami juga harus menjelaskan hal tersebut dari sudut pandang laki &#8211; laki.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Hal yang paling terpenting sebagai orang tua adalah kalahkan &#8216;<strong>EGO&#8217;, <\/strong>untuk mengenal dan mengerti anak. Dan balasan anak jika orang tua sudah menurunkan ego, anak harus belajar untuk <strong><em>Respect<\/em><\/strong> kepada orang tua.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"text-decoration: underline\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Semua Di Mulai Dari Hati<\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Segala sesuatunya di mulai dari hati kita. Kalau hati kita tidak tenang, semua tidak akan tenang. Kalau hati kita senang, semua akan tenang.<strong> Kebahagian<\/strong> tidak ditentukan oleh <strong>Situasi \/ Respon \/ Pendapat orang lain<\/strong>. Kebahagian ditentukan dari keputusan kita, kita ingin membangun dan mengisi hati kita dengan hal yang baik dan positif atau tidak?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Bagaimana kita tau kalau hati kita sudah memikirkan hal &#8211; hal positif tentang keluarga kita? <strong>*Renungkan Ini* :<\/strong><\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-roman;text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\"><strong>\u00a0Jika sekarang kita harus ingat pasangan, anak, atau orang tua kita. Apa yang kita bayangkan tentang mereka?<\/strong><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\"><strong>Bayangan apa yang keluar? Keluh kesah atau Syukur? Kelebihan atau Kekurangan?<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Jika yang muncul keluh kesah atau kekurangannya maka hati kita akan penuh keluh kesah, mulut kita akan mengeluarkan kritik, tuntutan, dan bahasa tubuh kita akan muncul ketidak sukaan. Maka benerin dulu pikiran dan hati kita.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">&#8220;Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, Karena dari situlah terpancar kehidupan.&#8221; Amsal 4 : 23<\/span><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Jujur setelah mendengar ini saya sangat tertampar sekali. Karena ternyata hati saya masih belum benar, makanya komunikasi sering sekali tidak lancar dengan suami maupun anak. Tetapi sekarang setelah mendengar ini, saya mau belajar untuk berubah walaupun tidak mudah. Tapi saya percaya dengan kekuatan dan kemampuan dari Tuhan pasti saya bisa melakukannya. Karena saya mau mempunyai komunikasi yang lancar dengan keluarga saya, dan saya tidak kesulitan pada saat anak saya besar nanti.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Bagaimana dengan teman &#8211; teman? Apakah mengalami kesulitan berkomunikasi dengan anak atau suami? Berbagi pengalamannya yuuk di kolom komentar, supaya kita bisa sama &#8211; sama sharing dan berbagi pendapat \ud83d\ude42<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-274 size-full\" src=\"http:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Light-Pink-Floral-Logo-min.png\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"123\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>jeanettegy.com &#8211; Family atau keluarga adalah tempat di mana kita di lahirkan dan bertumbuh di dalamnya. Keluarga juga tempat kita bernaung dalam suka maupun duka. Karena keluarga adalah tempat kita bernaung, maka harus adanya komunikasi yang terbangun dalam keluarga. Bagaimana kita bisa saling mengenal antara ayah &#8211; ibu, orang tua &#8211; anak tanpa adanya komunikasi? &hellip; <a href=\"https:\/\/hijeanette.com\/?p=318\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Pentingnya Komunikasi Dalam Keluarga<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":594,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,8],"tags":[251,252],"class_list":["post-318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","category-story","tag-komunikasi","tag-komunikasi-dengan-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=318"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/318\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}