{"id":656,"date":"2018-04-05T23:51:34","date_gmt":"2018-04-05T16:51:34","guid":{"rendered":"http:\/\/jeanettegy.com\/?p=656"},"modified":"2018-04-05T23:51:34","modified_gmt":"2018-04-05T16:51:34","slug":"suka-duka-tinggal-bersama-di-rumah-keluarga-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hijeanette.com\/?p=656","title":{"rendered":"Suka Duka Tinggal Bersama di Rumah Keluarga Besar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Hallo teman-teman, bagaimana kabarnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Aku mau <em>share<\/em> tentang pengalaman tinggal di rumah keluarga besar. Pasti ada suka dan dukanya, karena setiap hal pasti ada dua sisi itu kan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Karena sampai saat ini aku belum diberi kepercayaan kepada Tuhan untuk mempunyai rumah sendiri, jadi sekarang ikut tinggal di rumah omah (nenek) dari papa di Bandung. Setelah menikah aku juga tinggal disini. Tetapi setahun kemudian, aku di berikan kepercayaan oleh boss tempat aku bekerja untuk membuka usahanya yang baru di daerah Cimahi. Selama merintis usahanya yang baru, aku diberi tempat tinggal disana yang cukup dekat dengan ruko tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Aku tinggal disana hampir dua tahun. Tetapi setelah mamaku sakit, jadii tidak ada lagi yang bisa menjaga anak-anak dan juga suami lebih memilih supaya aku sendiri yang menjaga anak. Jadi akhir tahun 2016 saya memutuskan keluar dari pekerjaan. Begitu pun juga aku harus pindah dari rumah itu. Memang bukan hal yang mudah untuk kembali lagi ke rumah keluarga, setelah dua tahun lebih hidup sendiri bersama keluarga kecilku. Tetapi kondisi keuanganku belum bisa untuk mengontrak rumah, karena suamiku masih bekerja separuh waktu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\"><strong><u>Perdebatan Keluarga <\/u><\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_658\" aria-describedby=\"caption-attachment-658\" style=\"width: 510px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-658\" src=\"http:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/yada-yada-1432923__340.jpg\" alt=\"\" width=\"510\" height=\"340\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-658\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Pic : Pixabay.com<\/strong><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Sebelum aku pindah ke Cimahi, omah masih hidup. Omah tinggal bersama tanteku yang paling besar dan satu anaknya yang belum menikah serta orang tuaku. Tetapi pada tahun 2015, omahku meninggal karena sakit dan sudah tua juga. Seperti biasa permasalahan jika punya anak banyak, pada saat orang tua sudah meninggal pasti adanya perbedaan pendapat. Hampir semua keluarga tidak ingin rumah omah ini dijual, tetapi beberapa orang meminta untuk dijual saja. Maksud untuk keluarga besar, rumah omah ini sebagai tempat berkumpul keluarga besar saat natal dan tahun baru. Lalu untu tempat tinggal untuk anak, cucu, atau cicit yang belum mempunyai rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Pada saat aku meminta izin untuk masuk pun, menjadi omongan sebagian keluarga yang meminta untuk rumah omah dijual. Tetapi aku diingatkan untuk tidak menghiraukan mereka, karena mereka tidak tahu kondisi keuangan keluargaku. Siapa sih yang yang tidak ingin mempunyai rumah, setiap orang pasti ingin memiliki rumah untuk tinggal bersama keluarga kecil.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\"><strong><u>Sisi Suka Saat Tinggal di Rumah Keluarga<\/u><\/strong><\/span><\/h3>\n<figure id=\"attachment_659\" aria-describedby=\"caption-attachment-659\" style=\"width: 480px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-659\" src=\"http:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/smile-2928326__340.jpg\" alt=\"\" width=\"480\" height=\"340\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-659\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Pic : Pixabay.com<\/strong><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Tinggal bersama keluarga besar ada sisi enaknya kok. Ini hal enak yang aku alami selama tinggal di rumah keluarga, yaitu :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Dapat membantu menjaga anak, saat aku harus keluar rumah karena pekerjaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Saling menjaga, saat suamiku bekerja di luar kota. Jadi ada yang menemani aku dengan anak-anak<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Sering berkumpul dengan keluarga besar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Sering bertemu dengan keluarga yang jauh, saat berkunjung ke rumah omah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Karena aku orangnya panikan, jadi membantu sekali jika ada keluarga di rumah dan ada kejadian yang membuat aku panik. Ada keluarga yang membantu untuk menenangkan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\"><strong><u>Sisi Duka Saat Tinggal di Rumah Keluarga<\/u><\/strong><\/span><\/h3>\n<figure id=\"attachment_660\" aria-describedby=\"caption-attachment-660\" style=\"width: 509px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-660\" src=\"http:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/upset-3061663__340.jpg\" alt=\"\" width=\"509\" height=\"340\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-660\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Pic : Pixabay.com<\/strong><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Saat suka pasti ada duka juga, hihihi. Ini adalah sisi duka saat tinggal bersama di rumah keluarga, yaitu :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Terlalu banyak campur tangan saat mendidik anak<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Tidak dapat menunda pekerjaan rumah, karena pasti akan menjadi omongan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Punya barang atau makanan adalah milik bersama, ini sangat dilema saat keuangan terbatas terutama untuk makanan<br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Pengeluaran lebih besar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Tidak dapat melatih anak untuk bisa tidur sendiri karena keterbatasan tempat tidur<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"text-decoration: underline\">Kesimpulan<\/span><\/h3>\n<figure id=\"attachment_661\" aria-describedby=\"caption-attachment-661\" style=\"width: 480px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-661\" src=\"http:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/family-2057301__340.jpg\" alt=\"\" width=\"480\" height=\"340\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-661\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Pic : Pixabay.com<\/strong><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Disaat harus tinggal bersama di rumah keluarga besar seperti ini, aku belajar untuk bisa membawa diri dengan situasi yang ada. Aku juga belajar untuk bisa berbagi berkat dengan orang lain, dan anak-anak juga pada saat masih bayi bisa cepat bersosialisasi dengan setiap orang yang datang. Yang paling penting adalah belajar untuk tidak ikut campur dengan urusan orang lain. Segala sesuatu pasti ada suka dan dukanya, tinggal bagaimana kita bisa menghadapi dan menjalani dengan positif. Serta syukur aku masih mempunyai tempat untuk berteduh untuk keluarga kecilku.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Tentu harapan, impian, dan keinginanku ke depan adalah memiliki rumah sendiri yang pastinya bisa tinggal bersama keluarga kecil dan membangun rumah tanggaku secara mandiri. Semoga Tuhan memberikan kesempatan buat aku bisa mempunyai rumah. Agar anak-anakku bisa lebih mandiri dan aku bisa sesuka hati menghias dan menata rumah sendiri.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Apakah teman-teman pernah mengalami hal yang sama seperti aku? Bagaimana perasaan kalian? Berbagai cerita yuk.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-274 aligncenter\" src=\"http:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Light-Pink-Floral-Logo-min.png\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"123\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hallo teman-teman, bagaimana kabarnya? Aku mau share tentang pengalaman tinggal di rumah keluarga besar. Pasti ada suka dan dukanya, karena setiap hal pasti ada dua sisi itu kan. Karena sampai saat ini aku belum diberi kepercayaan kepada Tuhan untuk mempunyai rumah sendiri, jadi sekarang ikut tinggal di rumah omah (nenek) dari papa di Bandung. Setelah &hellip; <a href=\"https:\/\/hijeanette.com\/?p=656\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Suka Duka Tinggal Bersama di Rumah Keluarga Besar<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":657,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[468,521],"class_list":["post-656","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-story","tag-rumah-keluarga","tag-suka-dan-duka-tinggal-bersama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/656","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=656"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/656\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=656"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=656"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=656"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}