{"id":8173,"date":"2020-11-25T08:33:47","date_gmt":"2020-11-25T01:33:47","guid":{"rendered":"https:\/\/jeanettegy.com\/?p=8173"},"modified":"2020-11-25T08:33:47","modified_gmt":"2020-11-25T01:33:47","slug":"hamil-dimasa-pandemi-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hijeanette.com\/?p=8173","title":{"rendered":"Pengalaman Hamil Dimasa Pandemi Covid-19"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Pada bulan Maret 2020 Indonesia harus mengalami pandemi Covid-19. Semua aspek kehidupan terkena dampak karena terjadi pandemi ini. Selain itu adapun kebahagian yang terjadi, karena angka kehamilan di Indonesia semakin meningkat. Menurut <strong>BKKBN<\/strong> [Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional] ada sekitar 400.000 kehamilan yang terjadi tanpa perencaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Saya adalah salah satu ibu yang hamil di masa pandemi ini.\u00a0 Pada awal Januari 2020 saya melepas <strong>KB IUD<\/strong> karena sudah memakai selama 5 tahun dan juga mengalami keputihan yang tidak wajar (mulai berbau). Jadi tidak langsung pasang karena ingin mengobati keputihannya terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Memang saya dan suami ingin sekali mempunyai anak perempuan, tapi jujur masih bingung karena biaya yang cukup mahal buat melahirkan dan sekolah. Tapi &#8220;sedikasihnya&#8221; Tuhan aja deh. Kalau memang Tuhan masih kasih kami kepercayaan untuk memiliki seorang anak perempuan pasti Tuhan cukupkan segala sesuatunya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-family: 'andale mono', monospace\">Positif Hamil di Bulan Mei 2020<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_8176\" aria-describedby=\"caption-attachment-8176\" style=\"width: 615px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8176\" src=\"https:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/test-pack.png\" alt=\"hamil saat covid-19\" width=\"615\" height=\"407\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8176\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Pic. Gettyimage.com<\/strong><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Setelah lepas KB, ternyata 30 April 2020 jadi haid saya terakhir. Siklus haid saya biasa 28 hari, harusnya tanggal 28 Mei 2020 sudah haid lagi. Tapi sudah akhir Mei saya belum datang bulan juga, cukup deg-degan sih karena siap dan tidak siap.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Akhirnya memutuskan untuk membeli <em>test pack<\/em> pada malam hari. Esok pagi saat bangun tidur langsung tes urine deh. Benaran deh saat <em>test pack<\/em> perasaan ga karuan dan deg-degan luar biasa, kaya hamil diluar nikah (<em>padahal uda punya suami ya<\/em>) hahahaha.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Setelah beberapa menit, hasil test pack muncul dua garis. Ga tau kenapa setelah melihat dua garis itu perasaan jadi senang banget, suami pun senang setelah tau. Jujur masih ga percaya dan bingung gimana kedepannya. Karena ini tidak direncakan dan kondisi keuangan yang tidak menentu karena pekerjaan suami terkena dampak Covid-19.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-family: 'andale mono', monospace\">Cek Kandungan Saat Pandemi<\/span><\/h3>\n<figure id=\"attachment_8177\" aria-describedby=\"caption-attachment-8177\" style=\"width: 619px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8177\" src=\"https:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/usg.png\" alt=\"periksa kandungan saat pandemi\" width=\"619\" height=\"407\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8177\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Pic. Gettyimage.com<\/strong><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Saat tau hamil, jujur saya masih bingung mau periksa kandungan dimana. Apa lagi kondisi yang seperti sekarang rada was-was untuk pergi ke Rumah Sakit. Sebulan kemudian pada siang hari saya keluar flek sedikit. Jadi besoknya saya memberanikan diri dan memastikan kondisi kandungan apakah sehat atau tidak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Saya memilih periksa kandungan di Rumah Sakit Borromeus, karena gedung yang terpisah dengan pasien umum (<em>ini seinget saya dulu<\/em>). Ini pertama kalinya saya periksa kandungan di RS. Borromeus jadi ga tau akan memakai jasa dokter siapa. Setelah tanya-tanya sama teman dan saudara, akhirnya saya memilih <strong>dr. Arry Sorayadharma<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Saat memasuki RS. Borromeus harus mengisi <em>form<\/em> bahwa kondisi tubuh baik-baik saja, periksa suhu badan, dan wajib memakai <em>hand sanitizer<\/em>. Cukup kaget juga sih karena ternyata untuk pendaftaran harus campur juga dengan pasien umum, tapi tetap ada <em>social distancing<\/em> sih. Untungnya untuk ke Poli Kebidanan dan Kandungan tidak terlalu jauh, hanya cukup naik satu lantai tidak jauh sudah kelihatan poli-nya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Setelah cek tekanan darah dan berat badan, saya menunggu di dalam poli. Cukup rame dengan ibu-ibu hamil dan suami (<em>ya iyalah namanya juga poli kandungan, hahaha<\/em>). Jujur banyak orang seperti itu membuat saya kurang nyaman. Untungnya tidak terlalu menunggu lama, saya pun dipanggil untuk masuk ruangan periksa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Puji Tuhan kondisi kandungan sehat dan penjelasan dari dr. Arry pun cukup detail. Flek yang keluar itu karena saya kecapean dan janin semakin membesar. Ohh iya, setiap dokter dan suster yang periksa akan menggunakan APD kok jadi tidak perlu kuatir.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-family: 'andale mono', monospace\">Periksa Kandungan di Rumah Sakit Jika Terjadi Sesuatu\/Perlu<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Setelah membaca-baca dan informasi dari teman yang seorang dokter juga, kalau kehamilan baik-baik saja lebih baik konsultasi secara online saja. Supaya tidak setiap bulan datang ke Rumah Sakit. Tapi jika terjadi sesuatu seperti pendarahan atau apapun, baru datang ke Rumah Sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Karena kondisi kehamilan saya ini baik-baik saja hanya mual yang luar biasa, jadi setiap bulan hanya membeli vitamin yang sudah diresepkan oleh dr. Arry. Saya baru memeriksa kandungan ke dokter saat sudah memasuki usia kandungan trisemester 2 (5 bulan). Untuk menghindari bertemu dengan orang banyak apa lagi yang ada di rumah sakit.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-family: 'andale mono', monospace\">Pindah Periksa Kehamilan di Klinik Khusus Kehamilan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Karena saat periksa di Rumah Sakit terlalu penuh dan bertemu juga dengan pasien umum lainnya. Jadi saya memutuskan untuk mencari tempat klinik yang ada dokter, bisa USG, dan tidak banyak orang. Saya mendapatkan informasi dari adik saya tentang Kehamilan Sehat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Setelah browsing ternyata ada juga di Bandung, tempatnya di Jalan Peta. Saya mencoba periksa kandungan disana saat usia kandungan memasuki usia 5 bulan. Kalau mau periksa di Kehamilan sehat, kita harus daftar sehari sebelumnya. Karena pasien yang datang dibatasi dengan keamanan dan kenyamanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Saat datang dan periksa kandungan disini, saya merasa nyaman dan tenang. Karena tidak terlalu banyak orang karena pasien dibatasi, anak kecil tidak diperkenankan ikut masuk, dan orang yang mengantar hanya boleh satu orang saja. Jadi di dalam klinik tidak terlalu banyak orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Di Kehamilan Sehat ini saya diperiksa oleh <strong>dr. Glen Marion Mose<\/strong>, dokternya masih muda, cukup detail penjelasannya, dan sabar juga. Harganya pun cukup terjangkau, harga jasa dokter dan USG tidak sampai <strong>Rp 300.000<\/strong>. Itu sudah termasuk print USG 2D 3 lembar, dan Live USG 4D. Untuk lebih detailnya akan aku tulis terpisah ya supaya lebih enak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Hanya sayang di Kehamilan Sehat Bandung ini belum menerima proses melahirkan. Tapi kalau yang di Jakarta sudah ada beberapa tempat yang menyediakan tempat untuk proses persalinan. Semoga kedepannya di Bandung juga sudah bisa melayani persalinan, karena harganya disini cukup terjangkau.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-family: 'andale mono', monospace\">Tetap Berusaha Waras dan Positif Thinking<\/span><\/h3>\n<figure id=\"attachment_8178\" aria-describedby=\"caption-attachment-8178\" style=\"width: 617px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8178\" src=\"https:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/happy.png\" alt=\"hamil saat pandemi\" width=\"617\" height=\"407\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8178\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Pic. Gettyimage.com<\/strong><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Semua orang pasti merasakan dampak dari pandemi Covid-19 ini, termasuk saya dan keluarga. Karena pekerjaan suami terkena dampak, jadi kami tidak ada penghasilan tetap setiap bulannya. Jadi saya dan suami tetap berusaha bagaimana tetap bisa makan dan membayar semua kewajiban yang harus dibayar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Saya mencoba untuk berjualan makanan dan suami mencari pekerjaan foto dan video. Bisa bayar semua kewajibannya? Ya, tentu saja tidak. Banyak kewajiban yang terlambat dibayarkan, yang paling penting kami sekeluarga masih bisa makan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\"><em>Stress<\/em>? Tentu saja ada waktu stress, tapi saya masih punya Tuhan yang hebat yang selalu mencukupkan serta memelihara saya dan keluarga. Tidak tau bagaimana caranya, tapi disaat beras hampir habis dan tidak tau mau makan apa lagi selalu ada tawaran pekerjaan atau ada yang membeli dagangan kami dengan jumlah yang banyak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Dari sekian banyak penduduk di daerah rumah kami, Puji Tuhan kami merupakan salah satu keluarga yang mendapatkan bantuan sembako dari Pemerintah. Lumayan banget sembako yang kami dapatkan bisa menyambung hidup kami beberapa minggu ke depan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Setelah memasuki kehamilan <em>trisemester<\/em> kedua, kondisi saya lebih baik tidak terlalu mual parah. Jadi saya mulai mengambil pekerjaan event keluar rumah. Walaupun harus mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kerumunan. Saya mengambil pekerjaan keluar rumah ini supaya saya bisa tetap waras, karena bisa bertemu dengan teman-teman blogger, bisa ngobrol bersama mereka. Setidaknya saya bisa menghilangkan kejenuhan sedikit karena dirumah aja.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-family: 'andale mono', monospace\">Bagaimana Asupan Gizi Selama Hamil?<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Terus bagaimana dengan asupan gizi untuk janin saya? Saya sebisa mungkin minimal makan telur setiap hari atau membeli sayur bayam. Memang kehamilan saat ini kurang sekali asupan gizi, tapi selalu berusaha untuk minum vitamin yang dokter berikan. Kalau ada uang lebih bisa beli buah. Saya selalu percaya, bahwa Tuhan memberikan kepercayaan kehamilan ini, pasti Tuhan juga yang akan pelihara bayi dalam kandungan saya tetap sehat sempurna sampai lahiran nanti.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif\">Jadi untuk setiap ibu-ibu hamil pada masa pandemi ini, ayooo jangan terlalu stress karena kondisi keuangan yang tidak menentu. Tetap dekat kepada Tuhan, lakukan hal positif yang disukai, tetap bersyukur, dan selalu lakukan afirmasi positif setiap pagi. Tetap semangat dan selalu percaya Tuhan akan selalu menjaga serta menyertai kehidupan kita. God Blessed You All \ud83d\ude07<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-8055\" src=\"https:\/\/jeanettegy.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Jeanette_Agatha-removebg-preview.png\" alt=\"\" width=\"810\" height=\"308\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada bulan Maret 2020 Indonesia harus mengalami pandemi Covid-19. Semua aspek kehidupan terkena dampak karena terjadi pandemi ini. Selain itu adapun kebahagian yang terjadi, karena angka kehamilan di Indonesia semakin meningkat. Menurut BKKBN [Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional] ada sekitar 400.000 kehamilan yang terjadi tanpa perencaan. Saya adalah salah satu ibu yang hamil di &hellip; <a href=\"https:\/\/hijeanette.com\/?p=8173\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Pengalaman Hamil Dimasa Pandemi Covid-19<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8179,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,8],"tags":[179,235],"class_list":["post-8173","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","category-story","tag-hamil-saat-pandemi","tag-kehamilan-sehat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8173"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8173\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hijeanette.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}